Senin, 13 Juli 2009

Diabetes Melitus...

Mungkin ada seseorang dalam lingkungan kita yang menderita diabetes melitus. Ada satu penjelasan dari dosen dietetik saya dr Vera Uripi ternyata diabetes melitus tidak disebabkan karena konsumsi gula berlebih tetapi karena gangguan metabolisme lemak dalam tubuh kita.
Untuk mudahnya, anggaplah sel tubuh kita sebagai rumah saya, saya yaitu tuan rumah sebagai reseptor insulin, anda yaitu tamu sebagai glukosa. Seharusnya saya dengan mudahnya membukakan pintu (permeable) ketika anda sebagai tamu datang ke rumah anda, kemudian anda yaitu glukosa bisa saya gunakan sebagai energi untuk metabolisme tubuh & aneka aktivitas lain. Karena adanya lemak yang menempel di permukaan sel tubuh, saya (reseptor insulin) menjadi tidak peka untuk membuka jalan masuk glukosa. Hal ini mengakibatkan glukosa dalam darah yang seharusnya ditransfer ke dalam sel tubuh sebagai bahan bakar tubuh tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat atau kita kenal gula darah meningkat (diabetes mellitus). Karenanya akan sangat baik bila kita mengkonsumsi pangan sehat misalnya serat baik serat larut air untuk mengikat kolesterol guna menghindari penumpukan lemak dalam sel tubuh.

I. Gambaran Umum

Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormon insulin secara absolut atau relatif. Pelaksanaan diet hendaknya disertai dengan latihan jasmani dan perubahan perilaku tentang makanan.
Sesuai konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia (2002) oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, penyakit Diabetes Melitus dibagi dalam 4 golongan, yaitu: Diabetes Melitus Tipe I dan II, Diabetes Melitus Gestational, dan tipe lain.

II. Tujuan Diet

Tujuan Diet Penyakit Diabetes Melitus adalah membantu pasien memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik, dengan cara:

  1. Mempertahankan kadar glukosa darah supaya mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin (endogenous atau exogenous) dengan obat penurun glukosa oral dan aktivitas fisik
  2. Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal.
  3. Memberi cukup energi untuk mempertahankan atau mencapai berat badan normal.
  4. Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin seperti hipoglikemia, komplikasi jangka pendek, dan jangka lama serta masalah yang berhubungan dengan latihan jasmani.
  5. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan.

III. Bahan Makanan yang Dianjurkan

Bahan makanan yang dianjurkan untuk Diet Diabetes Melitus adalah sebagai berikut:

  1. Sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, mi, kentang, singkong, ubi, dan sagu.
  2. Sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu dan kacang-kacangan.
  3. Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu dala bentuk makanan yang mudah dicerna. Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dan dibakar.


IV. Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan (dibatasi/dihindari)

Bahan makanan yang tidak dianjurkan, dibatasi, atau dihindari untuk Diet Diabetes Melitus adalah yang:

  1. Mengandung banyak gula sederhana, seperti:
    a. Gula pasir, gula jawa
    b. Sirop, jam, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, dan es krim.
    c. Kue-kue manis, dodol, cake, dan tarcis.
  2. Mengandung banyak lemak, seperti cake, makanan siap saji (fast food), goreng-gorengan.
  3. Mengandung banyak natrium, seperti ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan.
  4. Buah semangka, melon, pisang

V. Contoh menu sehari

Pagi : Nasi
           Telur dadar
          Oseng-oseng tempe
          Sop oyong+tomat

Selingan pagi: Pepaya

Siang : Nasi
              Pepes ikan
             Tempe goreng
             Lalapan kacang panjang+kol
             Nanas

Selingan sore: Bola-bola ubi

Malam : Nasi
               Kari ayam+tempe
               Setup buncis + wortel
               Pepaya

Semoga tulisan saya ini cukup membantu anda dan jangan lupa mencari opini lain untuk melengkapi referensi ini. Terima kasih...

*Keterangan: tulisan italic saya ambil dari buku Penuntun Diet dengan editor dr. Sunita Almatsier, M.Sc penerbit Gramedia.

6 komentar:

  1. nes, this is a great blog!!! very helpful skalii..
    oiya, ada bbrapa pertanyaan nih,,
    mslhnya keluarga gue kan ada keturunan DB, nah gue sbnrnya ingin diet, tp suuuuussaaaaaahhh :((
    kl gue lht di atas, dengan menu nasi (tapi yg gue denger nasi tuh musuh DB bgt), so pengganti nasi yg tepat apaan??
    skalian donk bikinin menu diet berdasarkan gizi yang sehat dan mencukupi untuk nurunin berat badan.. :D
    kondisi gue saat ini :
    TB : 160 cm
    BB : 83 kg
    usia : 23 going 24 yr
    kodisi kesehatan : over all bagus, tensi 100/70, GDS 106 (kalau yg lain apalagi nes??)

    BalasHapus
  2. terima kasih yoan atas kesediaannya untuk mengunjungi blog g ini...

    g jg pernah denger tentang penderita DM yang tidak boleh mengkonsumsi nasi.
    ini kutipan yang g ambil dari (http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/wr312093.pdf)
    Penderita diabetes sering kali membatasi konsumsi nasi karena beras dituding sebagai pangan hiperglikemik, padahal beras mempunyai
    kisaran indeks glikemik yang luas. Indeks glikemik adalah tingkatan bahan pangan menurut pengaruhnya terhadap gula darah. Nilai indeks glikemik bahan pangan dikelompokkan menjadi rendah <55), sedang (55-70), dan tinggi (>70). Jika penderita diabetes mengonsumsi bahan pangan yang memiliki indeks glikemik tinggi maka kadar gula darahnya cepat meningkat, dan sebaliknya.

    Jadi, sebenernya penderita DM boleh2 aja kok mengkonsumsi nasi, TAPI PERLU DIBATASI. Pembatasannya sebanyak apa? Nah perlu dilihat lagi, penderita DM itu kadar gula darah sewaktu puasa dan post pandrial (setelah makan)berapa. Normalnya kadar glukosa dalam darah di bawah 120 mg/dl dalam kondisi berpuasa, dan di bawah 200 mg/dl setelah dua jam makan. Karakteristik masing-masing individunya apa? Misalnya ada penderia yang tidak tahan lapar, hiperkolesterolemi, dan usianya > 15 tahun akan diberikan Diet DM jenis B (karbohidrat 68%, protein 12%, lemak 20%, serat 35 gram/1000 kkal).
    Kemarin waktu kuliah bikin menu untuk penderita DM, masih ada kok makanan pokoknya nasi, cuma dibatasi 100 gram beras setara 400 gram nasi (1,5 gelas nasi) untuk 1 hari . Kalau mau aman, bisa mengkonsumsi kentang sebagai pengganti. Sebenernya masih ada perdebatan antara berbagai pihak tentang konsumsi kentang sebagai makanan pokok bagi penderita DM. Kenapa? Kentang termasuk salah satu pangan dengan indeks glikemiks tinggi, seperti dibaca di atas maka kadar gula darahnya cepat meningkat. Namun 100 gram nasi mengandung 178 kkal dan 100 gram kentang mengandung 83 kkal (dalam Daftar Komposisi Bahan Makanan 2004). Maksudnya, dengan berat yang sama, energi yang dikandung kentang hanya 1/2 nasi. Jadi mungkin itu yang mendasari kenapa dipilih kentang sebagai pengganti nasi, mengenyangkan dan kandungan energinya tidak setinggi nasi.

    Terus kentangnya diolah jadi apa?
    Banyak misalnya kentang pure (kentang direbus/dikukus dihaluskan ditambah susu skim tanpa gula lho ya), schotel kentang (kentang direbus/dikukus dicampur daging giling, bawang bombay), mashed potato, kentang panggang, dll.

    Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik pun penting supaya pembakarannya lebih banyak, gula darahnya turun, dan lemak tubuhnya berkurang.

    Sumber ini juga cukup baik untuk dibaca (http://bedmendehiro.blogspot.com/2009/02/diet-dan-olahragabagi-penderita.html.

    Untuk Diet menurunkan berat badan akan saya buat judul blog sendiri.

    Semoga tulisan saya ini cukup membantu anda dan jangan lupa mencari opini lain untuk melengkapi referensi ini. Terima kasih...
    Jika masih ada yang kurang dimengerti dapat ditanyakan kembali...

    BalasHapus
  3. Yoan... untuk permintaan skalian donk bikinin menu diet berdasarkan gizi yang sehat dan mencukupi untuk nurunin berat badan.. :D
    kondisi gue saat ini :
    TB : 160 cm
    BB : 83 kg
    usia : 23 going 24 yr
    kodisi kesehatan : over all bagus, tensi 100/70, GDS 106 (kalau yg lain apalagi nes??)
    dapat dilihat pada judul Diet Energi Rendah...

    Terima kasih...

    BalasHapus
  4. klo misalnya penderita diabet, suka coklat boleh gak? trus berapa kira2 batasan coklat yang boleh dikonsumsi?

    BalasHapus
  5. terima kasih ka Desi atas kesediaannya mengunjungi blog ini...

    Untuk pertanyaan "klo misalnya penderita diabet, suka coklat boleh gak? trus berapa kira2 batasan coklat yang boleh dikonsumsi?"

    Saya sudah menyebutkan di awal bahwa sebenarnya yang menyebabkan diabetes itu adalah lemak yang menumpuk di membran sel kita, yang menyebabkan reseptor insulin menjadi tidak permeable dalam menerima glukosa.

    Jangan lupa bahwa kandungan lemak dalam coklat cukup tinggi. Kandungan Lemak dalam 100 gram coklat kosong = 32.3 g; coklat susu (kandungan susu tinggi) = 29.0 g; coklat susu (kandungan susu rendah) = 29.7 g; dan coklat putih = 30.1 g.
    (http://www.sabah.edu.my/itsr005/3L%20web%202020/khasiat.htm)

    Dapat terlihat bahwa terkandunng 1/3 bagian lemak dalam coklat. Perlu diingat bahwa lemak menyumbang 9 kkal per gramnya sedangkan karbohidrat dan protein hanya 4 kkal per gramnya.

    Makan gula terlampau banyak tidak menimbulkan diabetes. Salah paham tersebut muncul karena ciri-ciri diabetes adalah kadar gula dalam darahnya tinggi. Kelebihan konsumsi gula memang amat berbahaya bagi pengidap diabetes. Mereka harus membatasi konsumsi gulanya. Tetapi, gula tidak menyebabkan diabetes. Janket dan empat koleganya dari Harvard Medical School and Harvard School of Public Health, Boston, Amerika Serikat, meneliti secara prospektif apakah konsumsi total atau jenis gula berhubungan dengan risiko munculnya diabetes tipe-2, yaitu diabetes tipe yang tidak tergantung pada insulin. Studi yang diikuti selama rata-rata enam tahun itu meneliti 39.345 perempuan berumur minimal 45 tahun ke atas yang dipilih secara acak. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi gula tidak tampak berisiko terhadap perkembangan diabetes tipe-2. Kegemukan mungkin merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe-2.

    Sumber ini juga cukup baik untuk dibaca(http://www.dkk-bpp.com/index.php option=com_content&task=view&id=191&Itemid=47)

    Dari penjelasan di atas, untuk para penderita diabetetes tidak hanya dibatasi bahkan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi coklat. Bukan karena kandungan gulanya tetapi lebih karena kandungan lemak di dalamnya.

    Semoga tulisan saya ini cukup membantu anda dan jangan lupa mencari opini lain untuk melengkapi referensi ini. Terima kasih...
    Jika masih ada yang kurang dimengerti dapat ditanyakan kembali...

    BalasHapus
  6. saya baca di kompas bahwa kentang tidak bagus untuk penderita diabetes, jadi yang benar yang mana? pilih nasi atau kentang. dokter satu suruh makan kentang sebagai pengganti nasi, sedangkan dokter satunya bilang kentang tidak bagus bagi penderita diabetes... Please... karena saya juga penderita diabetes.

    BalasHapus