Senin, 13 Juli 2009

Diet Energi Rendah...

Karena ada permintaan untuk membuat Diet menurunkan berat badan maka saya mencoba menuliskan Diet Energi Rendah. Diet ini ditujukan untuk seseorang yang ingin menurunkan berat badan.

I. Gambaran Umum

DER adalah diet yang kandungan energinya dibawah kebutuhan normal, cukup vitamin & mineral, serta banyak mengandung serat yang bermanfaat dalam proses penurunan berat badan. Diet ini membatasi makanan padat energi, seperti kue-kue yang banyak mengandung karbohidrat sederhana dan lemak, serta goreng-gorengan.


II. Tujuan Diet

  1. Mencapai dan mempertahankan status gizi sesuai umur, gender, dan kebutuhan fisik.
  2. Mencapai IMT normal yaitu 18,5-25 kg/m2.
  3. Mengurangi asupan energi, sehingga tercapai penurunan berat badan sebanyak ½-1 kg/minggu. Pastikan bahwa yang berkurang adalah sel lemak dengan mengukur tebal lemak lipatan kulit dan lingkar pinggang.

III. Syarat Diet

  1. Energi rendah, ditujukan untuk menurunkan berat badan. Pengurangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebiasaan makan dari segi kualitas maupun kuantitas. Untuk menurunkan berat badan sebanyak ½-1 kg/minggu, asupan energi dikurangi sebanyak 500-1000 kkal/hari dari kebutuhan normal. Perhitungan kebutuhan energi normal dilakukan berdasarkan berat badan ideal.
  2. Protein sedikit lebih tinggi, yaitu 1-1,5 g/kg/BB/hari atau 15-20% dari kebutuhan energi total
  3. Lemak sedang yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total. Usahakan sumber lemak berasal dari makanan yang mengandung lemak tidak jenuh ganda yang kadarnya tinggi.
  4. Karbohidrat sedikit lebih rendah yaitu 55-65% dari kebutuhan energi total. Gunakan lebih banyak sumber karbohidrat kompleks untuk memberikan rasa kenyang dan mencegah konstipasi. Sebagai alternatif, bisa digunakan gula buatan sebagai pengganti gula sederhana.
  5. Vitamin dan mineral cukup sesuai dengan kebutuhan.
  6. Dianjurkan untuk 3 kali makan utama dan 2-3 kali makan selingan.
  7. Cairan cukup yaitu 8-10 gelas/hari.

Sebagai contoh saya akan menyertakan contoh kasus, dengan menggunakan data dari teman saya.

Keterangan yang diberikan sebagai berikut:

TB : 160 cm
BB : 83 kg
usia : 23 going 24 yr
kodisi kesehatan : over all bagus, tensi 100/70, GDS 106 (kalau yg lain apalagi nes??)

Jawaban

  1. Status Gizi = 83/(1,6)2 = 32,42 (kelebihan berat badan tingkat berat)
  2. Karena pasien ini termasuk kategori kelebihan berat badan tingkat berat maka perlu ditentukan Berat Badan Idealnya (BBI)  = (160-100) – 10% (160-100) = 54 kg
  3. Angka Metabolisme Basal = 1337,3 kkal
  4. FS = 1 (karena pasien dianggap tidak mengalami sakit ataupun infeksi maka Faktor Stres (FS) atau Faktor Injury (FI) kita anggap 1
  5. FA = 1,7 (sedang)  (pekerjaan pasien sebagai pekerja kantoran  yang terletak di Jakarta dan setiap harinya pulang pergi Jakarta-Bogor dapat dianggap beraktivtas sedang)
  6. Kebutuhan energi sehari = 2273 kkal – 300 kkal = 1973 kkal (dalam syarat diet disebutkan untuk mengurangi 500-1000 kkal setiap harinya, namun pengurangan langsung itu akan membuat pasien mudah lemas tidak bertenaga jadi pengurangan dapat dilakukan bertahap dimulai dari 300 kkal hingga 1000 kkal

Berikut adalah contoh menu sehari untuk menurunkan berat badan

Pagi

Roti Bakar 4 buah
Telur Orak-arik/scrambled egg 1 butir
Jus wortel 1 gelas

Selingan pagi

Apel 1 buah
Susu skim 4 sdm

Siang

Nasi 3/4 gls
Pepes ikan mas 1 ptg sdg
Tumis tempe 2 ptg sdg
Sayur asam 1  mangkuk
Lalapan + sambal
Jambu biji 1 gls

Selingan sore

Pisang kukus 1 -2 buah
Teh tawar

Malam

Kentang panggang 1 buah
Semur ayam 1 ptg sdg
Perkedel tahu panggang 1 buah
Setup brokoli, wortel & buncis 1 mangkuk
Mangga

Untuk DER ini harus disertai dengan aktivitas fisik (olah raga). Olah raga seperti apa? Olah raga yang termasuk olahraga aerobik (olahraga ringan namun waktunya lama) seperti jalan kaki 1 jam, berenang, treadmill, bersepeda. 

Selain itu disarankan pula mengkonsumsi serat terutama serat larut air larut air yang berguna untuk mengikat kolesterol.

Semoga tulisan saya ini cukup membantu anda dan jangan lupa mencari opini lain untuk melengkapi referensi ini. Terima kasih...

*Keterangan: tulisan italic saya ambil dari buku Penuntun Diet dengan editor dr. Sunita Almatsier, M.Sc penerbit Gramedia. 

Menstruasi...

Walaupun judul di atas terlihat hanya untuk kaum wanita, bukan berarti kaum pria tidak dapat membacanya atau tidak berguna bagi kalian. Pasti ada seseorang dalam hidup kalian yang berjenis kelamin perempuan seperti ibu, tante, adik, kakak, istri, pacar, bahkan teman anda. Semoga dengan membaca tulisan ini membuat kalian lebih memahami salah satu siklus hidup yang kami rasakan setiap bulannya.. :)

I. Gambaran Umum

Menstruasi adalah pengeluaran darah dari dinding rahim secara berkala yang terjadi karena luluhnya bagian dinding rahim yang dipersiapkan bagi embrio. Wanita mendapat menstruasi pertama kali (menarche) pada usia 10 sampai 14 tahun. Sebagian besar ditemukan rata-rata lama menstruasi 3-5 hari dianggap normal dan lebih dari 9 hari dianggap tidak normal. 

Jumlah darah yang keluar rata-rata 16 cc, pada wanita dengan anemia defisiensi besi jumlah darah menstruasinya lebih banyak. Lama siklus menstruasi rata-rata 28 hari, 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya endometrium disiapkan untuk kedatangan ovum yang telah dibuahi. 

 Keluhan menstruasi meliputi

  1. Tidak datangnya menstruasi selama beberapa bulan (amenorea)
  2. Menstruasi yang berlebihan baik dalam jumlah maupun lama menstruasi (hipermenorea)
  3. Nyeri menstruasi (dismenorea),
  4. dan Premenstrual Syndrome (PMS)

II. Keluhan Menstruasi

Keluhan utama yang dihadapi remaja wanita menjelang dan saat menstruasi adalah

  1. Keram di bawah perut
  2. Sakit pinggang
  3. Sakit pada payudara
  4. Lemah dan lesu
  5. Lebih emosional
  6. Muncul jerawat
  7. Stres
  8. Sulit tidur
  9. Pusing
  10. Mual
  11. Jarang kencing,
  12. dan berat badan meningkat.

III. Penyebab

Amenorea primer umumnya mempunyai penyebab yang lebih berat dan sulit diketahui, seperti kelainan genetik. Sedangkan amenorea sekunder disebabkan oleh gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor, dan penyakit infeksi.

Dismenore dibagi menjadi dismenore primer, yaitu bila tidak disebabkan oleh kelainan ginekologik (organ-organ reproduksi) dan dismenore sekunder, yaitu bila disebabkan oleh kelainan ginekologik.

PMS disebabkan oleh keturunan, hormonal, psikis, dan lingkungan.

IV. Pencegahan

  1. Mencegah stres
  2. Pola makan teratur
  3. Tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu asam ataupun pedas
  4. Tidak terlalu lelah dan istirahat teratur, dan
  5. Yang paling mempengaruhi adalah tidur cukup.


V. Pengobatan

  1. obat analgetik
  2. terapi hormon
  3. obat-obatan diuretik


VI. Penanggulangan

  1. Memahami tentang diri dan pengalaman masa lalu menghadapi menstruasi
  2. Memahami faktor yang memperparah keluhan
  3. Istirahat atau berbaring di tempat tidur, berganti-ganti posisi istirahat dari posisi terlentang dengan kaki lebih tinggi dari perut higga posisi telungkup seperti berenang
  4. Mengompres bagian perut yang sakit dengan air panas,
  5. Dapat dilakukan kegiatan olahraga atau pijat untuk meredakan ketegangan otot,
  6. Sebaiknya menghindari olahraga untuk menurunkan berat badan menjelang dan saat menstruasi,
  7. Apabila berbagai upaya telah dilakukan tetapi masih merasakan keluhan yang serius,
  8. dan sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

VII. Diet yang diberikan

  1. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh
  2. Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  3. Minumlah susu
  4. Memperbanyak makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks
  5. Sedikitnya tetap minum air tak kurang dari 600 mL per hari
  6. Mengurangi kopi, gula, coklat dan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana (refined carbohydrate) seperti mie dan roti
  7. Meningkatkan konsumsi sayur dan buah (termasuk jus)
  8. Meningkatkan konsumsi makanan sumber vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, C, E
  9. Mengkonsumsi makanan sumber mineral seng (Zn), zat besi (Fe), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan chromiun (Cr)
  10. Mengkonsumsi asam lemak esensial, mmengkonsumsi asam lemak omega-3, omega-6
  11. Meningkatkan konsumsi protein hewani (lauk pauk).

Semoga tulisan saya ini cukup membantu anda dan jangan lupa mencari opini lain untuk melengkapi referensi ini. Terima kasih...

Diabetes Melitus...

Mungkin ada seseorang dalam lingkungan kita yang menderita diabetes melitus. Ada satu penjelasan dari dosen dietetik saya dr Vera Uripi ternyata diabetes melitus tidak disebabkan karena konsumsi gula berlebih tetapi karena gangguan metabolisme lemak dalam tubuh kita.
Untuk mudahnya, anggaplah sel tubuh kita sebagai rumah saya, saya yaitu tuan rumah sebagai reseptor insulin, anda yaitu tamu sebagai glukosa. Seharusnya saya dengan mudahnya membukakan pintu (permeable) ketika anda sebagai tamu datang ke rumah anda, kemudian anda yaitu glukosa bisa saya gunakan sebagai energi untuk metabolisme tubuh & aneka aktivitas lain. Karena adanya lemak yang menempel di permukaan sel tubuh, saya (reseptor insulin) menjadi tidak peka untuk membuka jalan masuk glukosa. Hal ini mengakibatkan glukosa dalam darah yang seharusnya ditransfer ke dalam sel tubuh sebagai bahan bakar tubuh tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat atau kita kenal gula darah meningkat (diabetes mellitus). Karenanya akan sangat baik bila kita mengkonsumsi pangan sehat misalnya serat baik serat larut air untuk mengikat kolesterol guna menghindari penumpukan lemak dalam sel tubuh.

I. Gambaran Umum

Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormon insulin secara absolut atau relatif. Pelaksanaan diet hendaknya disertai dengan latihan jasmani dan perubahan perilaku tentang makanan.
Sesuai konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia (2002) oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, penyakit Diabetes Melitus dibagi dalam 4 golongan, yaitu: Diabetes Melitus Tipe I dan II, Diabetes Melitus Gestational, dan tipe lain.

II. Tujuan Diet

Tujuan Diet Penyakit Diabetes Melitus adalah membantu pasien memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik, dengan cara:

  1. Mempertahankan kadar glukosa darah supaya mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin (endogenous atau exogenous) dengan obat penurun glukosa oral dan aktivitas fisik
  2. Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal.
  3. Memberi cukup energi untuk mempertahankan atau mencapai berat badan normal.
  4. Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin seperti hipoglikemia, komplikasi jangka pendek, dan jangka lama serta masalah yang berhubungan dengan latihan jasmani.
  5. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan.

III. Bahan Makanan yang Dianjurkan

Bahan makanan yang dianjurkan untuk Diet Diabetes Melitus adalah sebagai berikut:

  1. Sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, mi, kentang, singkong, ubi, dan sagu.
  2. Sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu dan kacang-kacangan.
  3. Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu dala bentuk makanan yang mudah dicerna. Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dan dibakar.


IV. Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan (dibatasi/dihindari)

Bahan makanan yang tidak dianjurkan, dibatasi, atau dihindari untuk Diet Diabetes Melitus adalah yang:

  1. Mengandung banyak gula sederhana, seperti:
    a. Gula pasir, gula jawa
    b. Sirop, jam, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, dan es krim.
    c. Kue-kue manis, dodol, cake, dan tarcis.
  2. Mengandung banyak lemak, seperti cake, makanan siap saji (fast food), goreng-gorengan.
  3. Mengandung banyak natrium, seperti ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan.
  4. Buah semangka, melon, pisang

V. Contoh menu sehari

Pagi : Nasi
           Telur dadar
          Oseng-oseng tempe
          Sop oyong+tomat

Selingan pagi: Pepaya

Siang : Nasi
              Pepes ikan
             Tempe goreng
             Lalapan kacang panjang+kol
             Nanas

Selingan sore: Bola-bola ubi

Malam : Nasi
               Kari ayam+tempe
               Setup buncis + wortel
               Pepaya

Semoga tulisan saya ini cukup membantu anda dan jangan lupa mencari opini lain untuk melengkapi referensi ini. Terima kasih...

*Keterangan: tulisan italic saya ambil dari buku Penuntun Diet dengan editor dr. Sunita Almatsier, M.Sc penerbit Gramedia.

Pendahuluan...

Sebelumnya mungkin sebagian dari anda sering salah kaprah dengan kata “Diet”. Pengertian yang lumrah yang biasa kita mengerti dari kata diet adalah usaha seseorang untuk menurunkan berat badan, pengertian ini pula yang saya pegang sebelum berkuliah di bidang gizi. Kini pengertian itu memang ternyata salah, pengertian sebenarnya dari diet sendiri adalah usaha seseorang untuk mengatur pola makan ataupun perilaku makan dengan mengkonsumsi apa yang baik dan menghindari apa yang kurang baik sesuai dengan karakteristik masing-masing individu, aktivitas, dan kondisi individu itu sendiri. Tulisan saya kali ini saya ambil dari buku berjudul Penuntun Diet dengan editor dr. Sunita Almatsier, M.Sc penerbit Gramedia. Buku ini adalah buku yang saya gunakan sebagai pegangan dalam mata kuliah Dietetik. Buku ini bersampul hijau muda.

I. Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (AKG) atau Recommended Dietary Allowances (RDA) adalah tingkat konsumsi zat-zat gizi esensial yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hamper semua orang sehat di suatu Negara untuk memenuhi kebutuhan gizi hampir semua orang sehat di suatu negara. AKG di Indonesia didasarkan atas patokan berat badan untuk mesing-masing kelompok menurut umur, gender, dan aktivitas fisik yang ditetapkan secara berkala melalui survei penduduk. Di samping itu, AKG disusun pula untuk kondisi khusus, yaitu bagi ibu hamil dan menyusui. AKG digunakan sebagai standar untuk mencapai status gizi optimal bagi penduduk dalam hal penyediaan pangan secara nasional dan regional serta penilaian kecukupan gizi penduduk golongan masyarakat tertentu yang diperoleh dari konsumsi makanannya.

AKG berbeda dengan Angka Kebutuhan Gizi (Dietary Requirement). Angka kebutuhan gizi adalah banyaknya zat-zat gizi yang dibutuhkan seseorang (individu) untuk mencapai dan mempertahankan status gizi adekuat, sedangkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) adalah kecukupan gizi untuk rata-rata penduduk.
 Selain kebutuhan gizi menurut umur, gender, aktivitas fisik, dan kondisi khusus dalam keadaan sakit, penerapan kebutuhan gizi harus memperhatikan perubahan kebutuhan karena infeksi, gangguan metabolic, penyakit kronik, dan kondisi abnormal lainnya. Dalam hal ini perlu dilakukan perhitungan kebutuhan gizi secara khusus dan penerapannya dalam bentuk modifikasi diet atau diet khusus.

II. Cara Menentukan Kebutuhan Gizi dalam Keadaan Sehat

Ada berbagai cara menentukan kebutuhan gizi dalam hal ini energi atau AMB (Angka Metabolisme Basal).
Cara yang biasa kami gunakan adalah dengan menggunakan Rumus Harris Benedict (1919)
Laki-laki = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)
Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,7 x TB) – (4,7 x U)
Keterangan: BB = berat badan dalam kg
                       TB = tinggi badan dalam cm
                       U = umur dalam tahun

Kebutuhan Energi Sehari = AMB x Faktor Aktivitas x Faktor Sakit


III. Cara Menentukan Status Gizi
Status gizi perlu diketahui untuk menentukan kategori status gizi kita. Status gizi mungkin anda ketahui dengan istilah Indeks Masa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI).
I
MT = (Berat Badan dalam kg) : (Tinggi Badan dalam meter dikuadratkan)

Kategori Ambang Batas IMT untuk Indonesia (Sumber Depkes, 2003)


Kategori Ambang Batas IMT (Sumber WHO, 1995)

Karena kita berada di Indonesia, kita gunakan saja kategori yang bersumber dari Depkes. Diharapkan status gizi kita dalam kategori normal, tapi bagaimana jika ternyata status gizi kita kurang? Ya berarti kita perlu mengatur diet kita untuk meningkatkan status gizi kita dalam arti meningkatkan berat badan kita dengan mengkonsumsi pangan yang dianjurkan dan menghindari pangan yang tidak dianjurkan. Begitu pula sebaliknya.

Semoga tulisan saya ini cukup membantu anda dan jangan lupa mencari opini lain untuk melengkapi referensi ini. Terima kasih...

*Keterangan: tulisan italic saya ambil dari buku yang saya sebutkan di atas.

Selamat Datang...

Selamat datang untuk semuanya...

Terima kasih atas waktunya untuk mengunjungi blog ini...

Saya Agnes Pratiwi... Seorang mahasiswa Ilmu Gizi - Departemen Gizi Masyarakat - Fakultas Ekologi Manusia - Institut Pertanian Bogor...

Ini adalah blog pertama yang saya buat yang ditujukan untuk konsultasi gizi...

Silakan konsultasikan masalah anda seputar gizi... Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ataupun keluhan anda sesuai kapasitas saya sebagai mahasiswa gizi...

Saya menyarankan anda untuk tidak menggunakan saran ataupun solusi saya sebagai satu-satunya opini... Akan lebih baik jika anda mencari opini lain untuk melengkapi referensi saya karena saya masih dalam proses belajar... Saya sangat mengharapkan koreksi maupun saran dari anda untuk kemajuan saya pribadi, blog ini, dan semua pihak yang berhubungan dengan blog ini...

Atas perhatian anda, saya ucapkan terima kasih...